Jumat, 07 Desember 2007

Prosesor 65 Nanometer Ditinggalkan Akhir 2008


Intel Indonesia Corporation akan mengalihkan teknologi prosesor dari 65 nanometer (nm) ke teknologi 45 nm yang memiliki performa lebih tinggi dengan energi yang lebih hemat.
"Prosesor yang menggunakan teknologi 65 nanometer di pertengahan tahun akan sama jumlahnya dengan prosesor yang menggunakan teknologi 45 nanometer. Mereka akan berada di titik tengah yakni 50 persen 50 persen," kata Country Manager Intel Indonesia, Budi Wahyu Jati, seusai peluncuran 16 server dan prosesor PC (persenal computer) ’high-end’ terbaru, di Jakarta, Selasa (20/11).
Processors using Intel 45nm Hafnium-based High-k Metal Gate transistor technology.
Dia mengatakan pada akhir tahun 2008 diharapkan penggunaan prosesor lama dengan teknologi 90 nm dan 65 nm akan berkurang dan berganti dengan teknologi 45 nm.
Menurut dia, teknologi 45 nm yang baru diluncurkan di Indonesia pada Selasa (20/11) tersebut perlahan-lahan akan menggantikan teknologi 65 nm yang saat ini banyak digunakan komputer.
Dia menjelaskan teknologi 90 nm saat ini sebenarnya masih dijual untuk komponen industri. Di pasaran sendiri teknologi 45 nm, 65 nm, dan 90 nm akan tetap ada.
Teknologi 45 nm yang baru diluncurkan di Indonesia tersebut merupakan peningkatan transitor terbesar yang dilakukan Intel selama 40 tahun terakhir, karena prosesor tersebut menggunakan bahan ’high-k metal gate’ (Hi-K) berbasis Hafnium dan rencananya akan mulai menggunakan bahan halogen pada tahun 2008.
Prosesor Intel Core 2 Exteme dan Xeon merupakan produk pertama yang diproduksi menggunakan teknologi 45 nm tersebut, yang dapat meningkatkan kinerja dan mengurangi penggunaan daya.
Terobosan ini, menurut dia, memberikan jalan bagi Intel untuk menciptakan produk berukuran 25 persen lebih kecil dari versi sebelumnya dan lebih hemat biaya, serta dapat meraih kesempatan untuk menciptakan ’system on chip’ bagi produk elektronik rumahan dan perangkat bergerak.
Pada kesempatan yang sama dia mengatakan penjualan prosesor Intel di Indonesia hingga akhir kuartal IV 2007 diperkirakan mencapai 90 persen dari pasaran prosesor di tanah air.
"Kalau melihat dari data lembaga riset independen IDC (International Data Corporation) diperkirakan penjualan PC di Indonesia hingga akhir tahun mencapai 1,8 juta unit. Dan 90 persen dari penjualan produk PC tersebut menggunakan Intel untuk prosesornya," kata Wahyu Jati.

0 komentar: